15 Fakta Menarik di Balik Film The Road (2009)

The Road adalah film drama post-apocalypse yang menghadirkan kisah perjalanan seorang ayah dengan putranya di wilayah Amerika yang sudah hancur dan liar. Dunia pasca bencana dahsyat itu begitu muram dan penuh bahaya. Mereka berdua bergegas pergi ke selatan menuju daerah pesisir untuk mencari kehidupan yang lebih ramah. Mereka berada di tengah kehidupan yang brutal, di mana semua orang berburu bahan bakar dan makanan, bahkan menjadi kanibal.

The Road (2009)1

Berikut 15 fakta tentang film yang diangkat dari novel karya Cormac McCarthy ini.

~O~

1. Untuk mendalami perannya, aktor pemeran ‘ayah,’ Viggo Mortensen, sengaja tidur dengan pakaian kumuhnya dan membuat dirinya kelaparan. Ia bahkan diusir dari sebuah toko di Pittsburgh karena mereka mengira Viggo adalah gembel.

2. Kodi Smit-McPhee mendapat peran utama sebagai putra karakter Viggo Mortensen dengan menyingkirkan ratusan anak yang ikut audisi. Alasan ia dipilih adalah kemiripannya dengan aktris Charlize Theron yang mendapat peran sebagai ‘wanita’ atau ibunya.

3. Nyaris seluruh karakter dalam film ini tidak diberi nama secara spesifik, hanya disebut sebagai ‘ayah,’ ‘anak,’ ‘wanita,’ dan seterusnya. Hanya karakter Robert Duvall yang diberi nama, yaitu Ely si pria tua.

4. Sutradara John Hillcoat memfilmkan adegan vending-machine dengan berbagai merek soft drink, karena mereka tahu Coca Cola takkan mengizinkan produknya muncul di film. Namun Viggo Mortensen menelepon presiden Coca Cola secara langsung untuk mendapatkan izin menampilkan satu kaleng Coca Cola di film, sesuai dengan yang digambarkan di novel The Road.

5. Adegan Viggo Mortensen membersihkan rambut putranya di air danau harus disyuting sebanyak tiga kali karena cuaca begitu dingin. Meski John Hillcoat berjanji pada Kodi Smit-McPhee bahwa syuting hanya akan diulang dua kali, dalam take kedua matahari tiba-tiba tenggelam dan mengacaukan setting. Mereka pun harus syuting untuk ketiga kalinya. Smit-McPhee kemudian tampak menangis dan ia sebenarnya tidak sedang berakting.

Baca Juga:  Nama Pemain dan Fakta Film Street Fighter: The Legend of Chun-Li (2009)

The Road (2009)2

6. Viggo Mortensen dan Kodi Smit-McPhee dilaporkan memakan jangkrik untuk membantu mereka menyelami karakter masing-masing.

7. Viggo Mortensen nyaris menolak tawaran main di film ini karena ia punya rencana untuk istirahat dari kegiatan syuting. Setelah membintangi The Road, Viggo pun mengambil jeda yang cukup lama.

8. Salah seorang pemeran pria kanibal yang berada di belakang truk sebenarnya adalah ayah kandung Kodi Smit-McPhee di dunia nyata.

9. Salah satu alasan kenapa Joe Penhall mau menulis skenario film ini adalah karena ia merasa tidak ada perubahan yang harus dilakukan dari dialog novel aslinya.

10. Untuk adegan melahirkan, John Hillcoat sebenarnya ingin menggunakan rekaman suara asli wanita yang sedang bersalin, namun Charlize Theron keberatan. Ia memilih menggunakan teriakannya sendiri untuk adegan itu.

The Road (2009)3

11. Setiap kali matahari bersinar cerah, teknisi efek visual menggunakan CGI untuk membuat langit tampak berawan. Hal ini lantaran John Hillcoat ingin menjaga suasana di film tetap terlihat murung. Tak cuma itu, segala macam pemandangan hijau juga dibuang secara digital.

12. Viggo Mortensen mengaku tidak tahu berapa bobot yang ia turunkan untuk tampil di film ini. Bobot Viggo memang turun karena ia jarang makan demi menjiwai perannya, dan ia memperkirakan bobotnya turun 13 kg.

13. Meski penyebab malapetaka besar tidak pernah dijelaskan, film dan novel The Road memberi dua isyarat kuat terkait penyebab itu, yaitu perang nuklir dunia atau serangan objek luar angkasa. Sineas tidak ingin menjelaskan hal itu karena mereka ingin fokus menggambarkan perjuangan seorang ayah dan putranya untuk bertahan hidup di dunia yang sudah rusak itu.

Baca Juga:  Nama Pemain dan Fakta Film Walking Tall (2004) | Hollywood

14. Syuting berlangsung selama 9 jam sehari, dan Kodi Smit-McPhee absen selama tiga jam karena ia masih harus sekolah.

15. John Hillcoat awalnya ingin mensyuting film ini secara berurutan/kronologis, tapi logistik syuting yang berada di berbagai lokasi di beberapa negara bagian AS membuat hal tersebut mustahil dilakukan.

Komentar Anda