4 Fakta Penting Seputar Keracunan Makanan

Gambar Orang Keracunan Makanan

Meski biasanya ringan, keracunan makanan dapat menjadi salah satu hal yang paling tidak menyenangkan yang mungkin pernah Anda alami. Keracunan makanan bisa membuat pusing, mual, muntah, dan pada titik yang lebih parah bahkan bisa menyebabkan kematian. Masalah ini sudah menjadi concern banyak pihak, dan setidaknya empat hal inilah yang perlu Anda ketahui tentang keracunan makanan.

1. Tak semua keracunan makanan itu sama

Bahkan, ada beberapa cara seseorang bisa terserang penyakit bawaan makanan, yaitu makan makanan yang basi; makan makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri patogen (seperti salmonella atau E. coli), virus (seperti norovirus) atau parasit; serta makan makanan yang mengandung racun alami, seperti jamur beracun.

2. Periode inkubasi yang lama bisa membingungkan

Meski racun tertentu dalam makanan dapat membuat Anda muntah-muntah dalam hitungan menit, banyak bentuk penyakit bawaan makanan yang baru muncul setelah masa inkubasi yang panjang. Mikroba harus melewati perut ke usus dan berkembang biak, yang berarti butuh waktu beberapa hari sampai gejala pertama muncul sendiri (keracunan listeria dapat terasa beberapa bulan kemudian). Karena itulah, sulit bagi kita menentukan apa penyebab keracunan itu tanpa melakukan investigasi lebih lanjut.

3. Keracunan seolah sudah sembuh, padahal memburuk

Muntahan pertama Anda mungkin akan mengosongkan perut Anda dari makanan yang terinfeksi, tapi kemudian ada kesempatan baik bagi mikroba untuk bergerak menuju dinding usus dan mulai berkembang biak. Dan ketika mikroba sudah berkembang biak di sana sampai gejala-gejala keracunan muncul, maka keracunan itu sebenarnya sedang memburuk.

4. Minimalisir keracunan dengan membuat makanan sendiri

Jika Anda dihidangkan makanan basi atau sesuatu yang benar-benar berbau busuk, jelas Anda harus menghindarinya. Namun dalam kenyataannya, bakteri penyebab makanan basi atau busuk jauh lebih kecil kemungkinannya untuk membuat Anda sakit ketimbang bakteri patogen, yang tidak terlihat dan tidak berasa (dan berasal dari sumber-sumber lain seperti tangan yang tak dicuci dan kontaminasi silang). Satu-satunya cara untuk mengurangi resiko keracunan adalah dengan cara membuat makanan sendiri.

Komentar Anda