Tahu Bahaya Rokok Tapi Tidak Mau Berhenti Merokok?

Kita tentu sudah tahu bahwa rokok mengandung banyak zat berbahaya yang mengancam jiwa, seperti tar dan nikotin. Para perokok pun juga sepenuhnya sadar bahwa kebiasaan mereka itu berdampak buruk pada kesehatan. Namun mengapa mereka tak mau atau tak bisa berhenti merokok meski paham betul bahayanya?

Rokok

Bahkan meski berbagai cara sudah dilakukan, seperti memberlakukan area bebas rokok, denda bagi perokok yang merokok di sembarang tempat, peringatan dan gambar seram di bungkus rokok, menaikkan harga rokok, dan lain-lain, ternyata masih banyak perokok yang belum ‘insyaf’. Mengapa?

Ada banyak sekali penjelasannya, seperti empat hal berikut ini.

1. Sebenarnya ada banyak orang yang sangat ingin berhenti merokok, tapi pikiran mereka tak mau mengikuti hati mereka. Ini sama seperti orang yang ingin lari pagi tapi justru tidur terlampau malam dan bangun kesiangan.

2. Perokok ingin berhenti tapi tak bisa melakukannya karena mereka percaya merokok bisa melancarkan pencernaan, melawan depresi, atau mengurangi rasa sakit. Hal itu tidak benar.

3. Beberapa orang percaya bahwa satu atau dua batang rokok sehari tidaklah berbahaya. Ini juga tak benar, karena berapa batang pun yang dihisap, rokok tetaplah benda yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Banyak orang yang tak tahu bahwa mereka sebenarnya bisa berhenti merokok. Sebenarnya tak sesulit itu. Jutaan orang sudah berhasil menghentikan kebiasaan buruk itu. Walau awalnya berat dan sulit, beberapa minggu kemudian semuanya jadi biasa saja. Berhenti merokok akan meningkatkan kesehatan, mood, dan penampilan. Ada banyak bantuan medis dan alternatif untuk melakukan hal ini.

Selain hal-hal di atas, lemahnya keinginan seseorang untuk berhenti merokok juga jadi alasan utama. Di samping rokok itu sendiri mengandung zat adiktif, para perokok cenderung percaya bahwa hanya sedikit orang yang mati karena rokok.

Komentar Anda