10 Film Al Pacino yang Wajib Ditonton

Al Pacino

Tak salah memang menyebut Al Pacino sebagai raja film mafia. Sebab pria kelahiran 25 April 1940 ini kerap membintangi film-film bertema mafia, gangster, atau penjahat lainnya, terutama di era 80 sampai 90-an.

Untuk menghindari kesan bahwa ia adalah aktor spesialis film mafia, Al Pacino sebenarnya juga membintangi film-film bertema lain, mulai dari film keluarga hingga komedi. Salah satunya adalah Scent of a Woman yang memberinya Oscar. Namun tetap saja, peran-peran Al Pacino sebagai mafia atau gangster adalah yang paling dikenang.

Berikut kami hadirkan sepuluh film Al Pacino yang rasanya sangat sayang untuk Anda lewatkan.

–O–

Godfather

Godfather

Al Pacino bisa menjadi besar seperti sekarang karena perannya dalam film Godfather. Sebelum tampil dalam film garapan Francis Ford Coppola ini, tak seorangpun tahu tentang dirinya di dunia perfilman. Ia bahkan ditolak berkali-kali oleh studio ketika mengikuti audisi, namun Coppola terus membelanya. Akhirnya Godfather menjadi film yang meroketkan nama Al Pacino sekaligus Coppola. Godfather mengisahkan keluarga mafia Italia, Corleone, yang menghadapi konflik dengan keluarga mafia lainnya di kota New York.

Godfather: Part II

Godfather Part II

Al Pacino semakin bersinar ketika tampil dalam kelanjutan film Godfather ini. Jika sebelumnya ia masih berada di bawah bayang-bayang Marlon Brando, kini Al Pacino mendapat bagian yang lebih besar. Ia tampil satu layar bersama Robert De Niro, bintang Hollywood lain yang kelak juga menjadi raja film mafia. Al Pacino tetap tampil sebagai mafia berdarah dingin Michael Corleone, sementara De Niro berperan sebagai ayahnya, Vito Corleone, di masa muda. Penampilan Al Pacino dalam film ini dianggap sebagai yang terbaik oleh banyak kalangan.

Godfather: Part III

Godfather Part II

Sekitar 16 tahun kemudian, Al Pacino kembali memerankan Michael Corleone, namun kali ini sebagai sosok mafia tua. Ia memiliki seorang putri cantik dan seorang putra yang sedikit membangkang padanya. Dalam menjalankan bisnisnya, Michael mulai mempercayai keponakannya yang temperamen, Vincent Mancini, yang kelak akan menjadi Don penerusnya. Film ini mempertemukan kembali Al Pacino dengan rekan-rekannya di dua film Godfather terdahulu, yakni Diane Keaton dan Talia Shire.

Baca Juga:  Biodata dan Fakta Shen Yue ‘Shancai’ di Meteor Garden 2018

Dog Day Afternoon

Dog Day Afternoon

Al Pacino kembali berakting dengan sahabatnya, John Cazale, dalam sebuah film tentang perampokan yang diangkat dari kisah nyata. Al Pacino memerankan karakter seorang perampok gay bernama Sonny, yang melakukan perampokan untuk membiayai operasi ganti kelamin kekasihnya. Namun perampokan itu tak berjalan mulus. Ia dan rekannya, Sal, terperangkap di dalam bank dengan sejumlah karyawati bank yang mereka jadikan sandra. Di luar, polisi sudah mengepung mereka. Drama penyanderaan yang seru pun terjadi di sepanjang film.

Scarface

Scarface

Dengan peran sebagai imigran Kuba yang menjelma menjadi mafia papan atas di Miami, Al Pacino menunjukkan totalitasnya sebagai Tonny Montana dalam film arahan sutradara Brian De Palma ini. Ketika berada di kamp pengungsi, rekannya Manny mencari jalan keluar untuk mereka. Montana kemudian bekerja pada seorang dealer narkoba. Lambat laun, Montana mulai mendapat kekuatan dan naik statusnya. Dan ketika sudah berada di puncak, Montana menjadi kian serakah dan kejam, yang membuatnya menjadi target utama dari musuh-musuhnya.

Carlito’s Way

Carlito's Way

Sebagai mantan penjahat asal Puerto Rico yang kini sudah bebas, Carlito berkeinginan untuk menjauhkan diri secepatnya dari dunia narkoba dan kekerasan. Namun jalan Carlito tak semudah itu, ia masih terseret pada urusan koneksi-koneksi lamanya. Dengan harapan ingin secepatnya mengumpulkan banyak uang lalu pergi dari New York, Carlito menjalankan sebuah klub malam. Namun insting kriminalnya pada akhirnya kembali menyeretnya ke dunia hitam. Dalam drama kriminal ini, Al Pacino dipasangkan dengan Sean Penn.

Scent of a Woman

Scent of a Woman

Akting brilian Al Pacino sebagai seorang pensiunan tentara dalam film ini membuatnya meraih piala Oscar pertamanya. Al Pacino mengambil peran sebagai Letkol Frank yang buta dan sedikit merepotkan. Seorang bocah SMA bernama Charlie ditugaskan untuk mengasuhnya. Namun yang terjadi kedua orang ini justru mengalami berbagai petualangan seru yang tak disangka-sangka sebelumnya. Al Pacino tak hanya berlatih keras menjadi orang buta agar aktingnya natural, namun ia juga mempelajari tari tango selama dua minggu.

Baca Juga:  Lagi, The Legend of the Blue Sea Kena Hantam Isu Plagiarisme

Serpico

Serpico

Dalam film ini, Al Pacino tidak tampil sebagai penjahat, namun justru sebagai polisi jujur bernama Serpico. Didasarkan pada kisah nyata tentang seorang polisi jujur, Serpico berbeda dengan rekan-rekannya yang lain. Ia menolak pembagian keuntungan yang didapatkan polisi dari penjahat lokal. Tak seorangpun mau bekerja sama dengan Serpico, dan ia selalu berada di bawah ancaman. Meski begitu, Serpico tetap teguh dengan pendiriannya, karena ia yakin suatu hari semua kebusukan yang ia lawan itu akan terbongkar.

Heat

Heat

Heat adalah film Al Pacino lainnya di mana ia mendapat peran sebagai polisi. Beradu akting dengan dua aktor top Robert De Niro dan Val Kilmer, Heat menceritakan usaha Letnan Vincent Hanna dan anak buahnya yang memburu kelompok perampok profesional pimpinan Neil McCauley. Perburuan ini kemudian akan mengantarkan Vincent berhadapan satu lawan satu dengan Neil. Vincent dan Neil sendiri sebenarnya memiliki banyak kesamaan, seperti kehidupan pribadi mereka yang bermasalah. Lalu siapakah yang menjadi pemenang di antara mereka?

Donnie Brasco

Donnie Brasco

Beradu akting dengan Johnny Depp yang masih muda, Al Pacino mengambil peran sebagai sosok mafia tua bernama Lefty, yang berada dalam jaringan mafia yang jauh lebih kuat darinya. Lefty bertemu dengan pemuda bernama Donnie Brasco, yang kemudian menjadi sahabatnya. Lefty mengajarkan banyak hal tentang dunia mafia pada Donnie. Donnie sendiri sebenarnya adalah seorang agen FBI bernama Joseph D. Pistone yang tengah menyamar. Film ini diangkat dari kisah nyata dan mendapat respon sangat positif dari berbagai kalangan.

Komentar Anda