Mini Biografi: Ibnu Sina Atau Avicenna

Ibnu Sina

Selama Abad Pertengahan, hanya sedikit sarjana yang mampu memberikan kontribusi lebih besar untuk ilmu pengetahuan dan filsafat dibandingkan sarjana Muslim bernama Ibnu Sina atau Avicenna. Lewat tulisan-tulisan pentingnya, ia membantu menyampaikan pemikiran dari filsuf Yunani Aristoteles pada para pemikir dari Eropa Barat. Dan bukunya, The Canon of Medicine, menjadi karya definitif di bidangnya selama berabad-abad.

Lahir di Bukhara, Persia (sekarang di Iran), pada tahun 980, Ibnu Sina menghabiskan masa kecil dan masa mudanya dengan belajar hukum, sastra, dan pengobatan Islam. Pada usia 21 tahun, ia sudah dianggap sebagai sarjana yang besar sekaligus dokter yang luar biasa.

Setelah kematian ayahnya, Ibnu Sina meninggalkan Bukhara dan selama sekitar dua puluh tahun ia tinggal di beberapa kota di Persia. Ia bekerja sebagai dokter sambil menyelesaikan dua karya utamanya. The Book of Healing adalah ensiklopedia besar yang meliputi ilmu-ilmu alam, logika, matematika, psikologi, astronomi, musik, dan filsafat. Ini mungkin adalah karya terbesar dari jenisnya yang pernah ditulis oleh satu orang. The Canon of Medicine adalah eksposisi sistematis dari pencapaian para dokter Yunani dan Romawi.

Selama 14 tahun terakhir hidupnya, Ibnu Sina tinggal di kota Isfahan dan melanjutkan karir menulisnya yang luar biasa. Ia Akhirnya meninggal dunia pada tahun 1037.

Pada abad berikutnya, banyak karya Ibnu Sina yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, sehingga karya-karyanya bisa diakses oleh para filsuf dan teolog Eropa. Di dunia Islam, kontribusi Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, teologi, dan filsafat masih diakui sebagai salah satu yang paling berharga.

Leave a Reply