Penjelasan Sederhana Tentang Albino dan Albinisme

Albino

Orang atau hewan yang tak memiliki kemampuan untuk membentuk pigmen melanin alami akan mengalami kondisi yang disebut albinisme dan mereka disebut sebagai albino. Albinisme umumnya dianggap sebagai kelainan genetik pertama yang pernah diakui. Ada referensi mengenai hal ini di kitab Perjanjian Lama.

Anggota dari setiap populasi atau latar belakang etnis apa pun dapat mewarisi gen yang menyebabkan kondisi tersebut. Makhluk hidup lain selain manusia dan hewan juga rentan jika mereka mewarisi ketidakmampuan untuk memproduksi pigmen normal untuk spesies masing-masing.

Pada manusia, albinisme disebabkan oleh gen resesif. Ketika dua orang normal yang masing-masing memiliki gen albinisme memiliki anak, kemungkinannya adalah satu dari empat anak yang mereka lahirkan akan menjadi albino. Anak tersebut lahir tanpa warna di mata, rambut, atau kulit mereka. Seringkali mata tampak merah muda, karena warna darah dapat terlihat melalui iris. Rambut orang albino biasanya berwarna kuning cerah atau putih, dan kulit mereka putih seperti susu.

Akibat dari kekurangan pigmen adalah kulit mudah terbakar matahari dan mata membutuhkan perlindungan dari cahaya yang kuat. Banyak orang albino memiliki masalah dengan penglihatan mereka dan membutuhkan kacamata untuk melihat dengan baik. Kondisi mata yang disebut strabismus, yang menyebabkan mata membuat gerakan-gerakan involunter, juga sering ditemukan pada orang albino.

Gen yang menyebabkan albinisme ditemukan pada tahun 1990. Gen defektif itu, yang ditemukan pada kromosom 11, menyebabkan kekurangan enzim yang dikenal sebagai tirosinase, yang diperlukan untuk produksi melanin. Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan albinisme; skrining dan diagnosis prenatal bisa dilakukan oleh pasangan yang mewarisi gen albino, tapi hal itu juga tak bisa menghilangkan kemungkinan lahirnya anak albino.

Leave a Reply