Pengertian dan Contoh Energi Alternatif

Energi Alternatif

Energi alternatif merujuk pada penggunaan salah satu dari berbagai sumber daya terbarukan menggantikan bahan bakar fosil dan sumber-sumber tradisional energi lainnya. Beberapa sumber energi alternatif antara lain tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, dan tenaga panas bumi.

Pada awal abad ke-21, sekitar 80 persen dari pasokan energi dunia berasal dari bahan bakar fosil, terutama batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Namun bahan bakar fosil adalah sumber daya yang terbatas dan akan habis suatu hari nanti. Bahan bakar fosil juga menambah jumlah karbon dioksida di atmosfer pada saat dibakar. Para ilmuwan percaya bahwa ini berkontribusi terhadap pemanasan global.

Pembakaran bahan bakar fosil juga menambahkan polutan lain, seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida, ke atmosfer. Meskipun tenaga nuklir dianggap sebagai sumber energi yang lebih bersih daripada bahan bakar fosil, nuklir juga memiliki masalah. Ketika energi dibebaskan dari bahan bakar nuklir, limbah radioaktif yang berbahaya akan dihasilkan.

Sebaliknya, sumber energi alternatif menyumbang hampir 20 persen dari konsumsi energi global pada awal abad ke-21, sebagian besar dari penggunaan tradisional dari biomassa seperti kayu untuk pemanasan dan memasak. Sekitar 15 persen dari total listrik dunia berasal dari pembangkit listrik tenaga air besar, sedangkan jenis lain dari energi terbarukan (seperti surya, angin, dan panas bumi) menyumbang 3,4 persen dari total pembangkit listrik. Tidak seperti bahan bakar fosil, sumber energi alternatif tidak mungkin habis. Sumber terbarukan juga memiliki manfaat tambahan, yakni hampir bebas polusi.

Di seluruh dunia, banyak negara telah mengadopsi target kebijakan untuk meningkatkan proporsi energi mereka yang berasal dari sumber energi terbarukan. Uni Eropa, yang diperkirakan menghasilkan 6,38 persen energi mereka dari sumber terbarukan pada tahun 2005, mengadopsi satu target pada tahun 2007 untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 20 persen pada tahun 2020. Target tersebut mencakup rencana untuk mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 20 persen dan untuk memastikan bahwa 10 persen dari semua konsumsi bahan bakar berasal dari biofuel.

Di Amerika Serikat, banyak negara bagian telah menanggapi keprihatinan atas perubahan iklim dan ketergantungan pada bahan bakar fosil impor dengan menetapkan target tertentu untuk meningkatkan penggunaan energi alternatif dari waktu ke waktu. Misalnya, California meminta perusahaan-perusahaan listrik besar mereka untuk menghasilkan 20 persen listrik mereka dari sumber terbarukan pada tahun 2010. Pada tahun 2011, target tersebut telah terlampaui. Dan pada tahun 2008, California meningkatkan target ini menjadi 33 persen untuk tahun 2020.

Leave a Reply