Mini Biografi: Mustafa Kemal Atatürk

Foto Mustafa Kemal Atatürk

Sebagai pendiri Turki dan presiden pertama negara itu, Mustafa Kemal Atatürk merupakan pemimpin di masa-masa akhir Kekaisaran Ottoman. Ia meresmikan berbagai program reformasi untuk membantu memodernisasi negaranya.

Mustafa lahir di Thessaloniki, Yunani, pada tahun 1881. Pada awal kehidupannya, ia memutuskan untuk menjalani karir kemiliteran. Ia mengenyam pendidikan di sebuah sekolah menengah militer. Karena kemampuannya yang hebat dalam matematika, ia mendapat nama Kemal, kata dalam bahasa Arab yang berarti “kesempurnaan.”

Ia kemudian masuk akademi militer di Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun 1899 dan pada tahun 1902 ia masuk General Staff College. Kemal terjun ke dalam Perang Italo-Turki pada tahun 1911-1912 dan Perang Balkan pada tahun 1912-1913. Perang ini merusak Kekaisaran Ottoman yang sudah berdiri selama 400 tahun.

Selama Perang Dunia I, Kemal menentang aliansi Turki dengan Jerman, namun ia tetap membela Turki. Kemampuan militernya yang luar biasa dan opini politiknya yang beredar luas, yang menyerukan negara Turki merdeka, membuatnya mendapat banyak pengikut. Ia menentang kehadiran kekuatan asing di Turki dan menginginkan Kekaisaran Ottoman diakhiri.

Pada tahun 1920, sebagai pemimpin gerakan perlawanan nasional, Kemal mendirikan sebuah pemerintahan saingan di Ankara. Ia mengusir pasukan Yunani dari Asia Kecil pada tahun 1921-1922, dan pada tahun 1922, ia menyatakan akhir dari Kekaisaran Ottoman. Ia menjadi presiden Turki pada tahun 1923 dan menjabat sampai kematiannya.

Selama kepemimpinannya, Kemal membuat beberapa perubahan yang mempengaruhi kehidupan Turki. Ia menyatakan Turki sebagai republik sekuler dan menutup semua lembaga keagamaan Islam, termasuk sistem tradisional pendidikan agama. Ia menghapuskan huruf Arab dan memperkenalkan huruf Latin. Dalam usahanya untuk menyelaraskan Turki dengan adat istiadat negara-negara Barat, ia mendesak penggunaan pakaian Barat dan mengadopsi penggunaan nama keluarga. Ia sendiri mengambil nama Atatürk, yang berarti “Bapak Turki.”

Seluruh Sistem hukum dimodernisasi dan hukum perdata dan pidana baru diadopsi. Bentuk-bentuk hiburan populer dan penggunaan alkohol diizinkan, yang keduanya biasanya dilarang dalam masyarakat Islam. Namun usaha Kemal untuk memodernisasi ekonomi kurang berhasil dibandingkan reformasi yang lain. Turki pada dasarnya tetap menjadi negara agraris. Masalah kesehatan menggerogoti beberapa tahun terakhir hidupnya. Dan Kemal akhirnya meninggal dunia pada 10 November 1938 di Istanbul.

Leave a Reply