7 Fakta Tentang Mario Götze

Mario Götze

Mario Götze adalah pesepakbola asal Jerman yang berposisi sebagai gelandang menyerang. Setelah bersinar bersama Borussia Dortmund, Götze ditransfer ke klub rival Bayern Muenchen pada April 2013. Dengan bandrol 37 juta euro, Götze sempat menjadi pemain termahal Jerman sebelum rekor itu dipecahkan Mesut Özil. Götze lahir di Memmingen pada tanggal 3 Juni 1992. Dengan usia yang masih muda, Götze dipersiapkan untuk menjadi salah satu senjata Jerman di masa depan. Berikut 7 hal menarik seputar Mario Götze.

1. Sebagai pemain serba bisa, Götze bisa diturunkan sebagai playmaker, penyerang, atau winger. Andalan Götze di lapangan hijau adalah kecepatan, teknik, kemampuan driblling, serta kreativitas.

2. Götze merupakan produk murni binaan akademi Dortmund. Ia pertama kali bergabung di klub itu pada usia delapan tahun.

3. Götze melakukan debutnya di timnas senior Jerman pada 17 November 2010 dalam pertandingan melawan Swedia. Ia menjadi pemain termuda Jerman kedua yang bermain di kancah internasional setelah Uwe Seeler.

4. Götze dan rekannya, André Schürrle, merupakan dua pemain Jerman pertama yang lahir di Jerman bersatu. Sebagaimana kita ketahui, sebelum tahun 1990, Jerman terbagi menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.

5. Di final Piala Dunia 2014, Jerman berhadapan dengan Argentina. Pelatih Joachim Löw memasukkan Götze menggantikan Klose di menit ke-88. Saat itu, Löw berkata pada Götze, “Tunjukkan pada dunia bahwa kau lebih hebat dari Messi dan bisa menentukan hasil Piala Dunia.” Götze akhirnya menjadi pahlawan dengan melesakkan satu-satunya gol di pertandingan itu pada menit ke-113.

6. Karena gaya permainan dan kecepatannya, legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer, menyebut Götze sebagai “Messinya Jerman”. Legenda lainnya, Matthias Sammer, mengatakan bahwa pemain bertinggi badan 176 cm ini adalah salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Jerman.

7. Sejak tahun 2012, Götze telah menjalin hubungan asmara dengan seorang model asal Jerman bernama Ann-Kathrin Brömmel.

Leave a Reply