Perlukah Kita Membeli Smartphone Bermesin Octa-core?

Ponsel Octa-core

Sering kita melihat ponsel-ponsel pintar keluaran terbaru dilengkapi dengan prosesor super canggih yang disebut octa-core. Secara sederhana, istilah ini merujuk pada jumlah core atau inti prosesor dalam sebuah CPU. Dengan demikian, octa-core berarti jumlah core dalam mesin smartphone ada delapan. Pertanyaannya, perlukah kita menggunakan ponsel berprosesor octa-core?

Jawaban yang paling banyak diutarakan para ahli adalah: tidak. Faktanya, kebanyakan aplikasi (atau nyaris semua aplikasi) yang dipasang di smartphone cederung menggunakan satu thread utama dan mungkin satu loading thread sekunder. Ini berarti bahwa untuk regular single-tasking alias penggunaan sehari-hari, dual core sudah lebih dari cukup. Mungkin masuk akal untuk menambah satu atau dua core untuk menjalankan tugas yang lebih berat, tapi manfaatnya sebenarnya sangat terbatas.

Meski banyak orang mengatakan bahwa multitasking itu mengagumkan, Anda sebetulnya juga tidak ingin beberapa aplikasi berjalan bersamaan dan menguras baterai ponsel pintar Anda. Prosesor multi-core akan masuk akal jika digunakan untuk menjalankan komputasi tingkat tinggi, di mana tugas yang sama dapat dijalankan pada sebanyak mungkin core. Tidak semua tugas dapat dibagi seperti ini. Merender grafik 3D, menjalankan server web, dan sebagainya akan semakin baik jika semakin banyak core yang didayagunakan.

Tapi untuk handset seperti smartphone, seribu core pun tidak akan membuat Anda bisa lebih cepat membuka Facebook atau aplikasi lainnya dibandingkan dua core. Fakta yang perlu Anda ingat, CPU mobile dengan “8 inti” alias octa-core sebenarnya adalah bentuk 4 core ganda, dengan masing-masing core memiliki daya versi rendah dan tinggi. 8 core tersebut tidak akan pernah digunakan secara simultan. Dengan kata lain, octa-core hanyalah strategi pemasaran para pembuat ponsel.

Leave a Reply