Mengenal Ceratosaurus, Dinosaurus dengan Moncong Bertanduk

Ceratosaurus

Ceratosaurus, dinosaurus besar pemakan daging, dapat dikenali lewat tanduk besar di moncongnya. Ciri khas inilah yang membuatnya diberi nama Ceratosaurus, yang berarti “kadal bertanduk.” Meskipun ukurannya lebih kecil, Ceratosaurus tampak sangat mirip dengan rivalnya, Allosaurus. Ceratosaurus termasuk ke dalam kelompok dinosaurus pemakan daging yang dikenal sebagai theropoda.

Ceratosaurus hidup sekitar 159 sampai 144 juta tahun yang lalu, selama periode sejarah bumi yang dikenal sebagai Jurassic. Sisa-sisa Ceratosaurus telah ditemukan di daerah Afrika dan di Amerika Utara di Colorado, Utah, dan Wyoming. Seperti Allosaurus, Ceratosaurus hidup di sabana paku dan bantaran banjir berhutan yang memiliki vegetasi tebal, di mana mangsa pemakan tanamannya dapat ditemukan.

Ceratosaurus adalah dinosaurus garang yang berdiri dan berjalan dengan dua kaki belakangnya. Hewan ini bisa mencapai panjang lebih dari 6 meter dan tinggi sekitar 2 meter. Ceratosaurus beratnya bisa sampai 2 ton. Selain tanduk bertulang pada moncongnya, Ceratosaurus juga memiliki tonjolan tulang di atas setiap mata. Lehernya tebal dan pendek, sedangkan kepalanya besar tapi ringan untuk dinosaurus seukurannya dan memiliki rahang kuat serta gigi panjang dan tajam.

Di samping itu, Ceratosaurus juga memiliki deretan lempeng tulang yang memanjang di punggung, dari leher ke ujung ekornya yang tebal dan panjang. Lempeng tulang ini tampak seperti punggung berduri kecil yang memanjang ke bawah punggung pada iguana modern. Ceratosaurus memiliki lengan pendek, tapi tidak seperti theropoda lainnya, mereka memiliki empat jari bercakar panjang pada kaki depan, bukan tiga. Mereka juga memiliki tiga jari kaki bercakar pada kaki belakangnya.

Ceratosaurus adalah sprinter dunia dinosaurus. Menggunakan kaki belakang yang kuat, mereka bisa berlari pada kecepatan tinggi. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk berlari lebih cepat dari musuh dan menangkap mangsa dengan kecepatan yang tiba-tiba. Para ilmuwan percaya bahwa Ceratosaurus juga merupakan scavenger yang memakan bangkai dinosaurus lainnya. Temuan fosil menunjukkan bahwa Ceratosaurus kemungkinan berburu sendirian, bukan dalam kawanan.

Beberapa ilmuwan meyakini bahwa Ceratosaurus jantan, selama musim kawin, akan menggunakan tanduk di moncong mereka untuk bertarung satu sama lain. Namun ilmuwan lain berpendapat bahwa karena begitu ringan, tanduk itu mungkin hanya digunakan untuk unjuk kekuatan saja. Pejantan akan menggerakkan kepala mereka ke atas dan ke bawah untuk memamerkan tanduk mereka, hampir sama seperti beberapa reptil modern. Temuan fosil menunjukkan bahwa Ceratosaurus jantan lebih besar dan lebih kuat daripada betina. Ceratosaurus bereproduksi dengan cara bertelur.

Leave a Reply