150 Film Animasi Pilihan Terpopuler dari Tahun ke Tahun

Film Animasi

Semenjak teknologi animasi ditemukan, berbagai sineas dari seluruh penjuru dunia berlomba membuat film dengan teknik ini. Film animasi hingga kini masih sering disebut sebagai film kartun, meski teknologi yang digunakan sudah sangat berkembang sejak puluhan tahun yang lalu. Secara definisi, animasi adalah seni dan ilmu untuk membuat gambar bergerak. Film dan serial TV animasi adalah bentuk terpopuler dari hiburan berbasis animasi. Ada dua tipe dasar animasi: animasi tradisional dan animasi komputer.

Film dan acara TV yang dibuat dengan animasi tradisional disebut kartun. Tim seniman menciptakan kartun dengan menggambar manual/dengan tangan. Untuk menampilkan beberapa menit adegan film animasi, ribuan gambar dibuat. Setiap gambar sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Misalnya, untuk menunjukkan karakter berjalan, gambar pertama menunjukkan karakter dengan kedua kaki di tanah. Gambar berikutnya menunjukkan lutut sedikit terangkat dan kaki sedikit di atas tanah. Pada gambar ketiga, lutut sudah menekuk lebih tinggi dan kaki sedikit lebih tinggi dari tanah, dan seterusnya.

Animasi Tradisional

Untuk mempercepat pekerjaan dan menghemat waktu, seniman menggambar bagian yang bergerak dari adegan pada lembaran film plastik bening. Mereka lalu menempatkan bagian gambar-gambar yang tidak bergerak dalam adegan, misalnya latar belakang, di bawah film bening. Dengan cara ini mereka tidak perlu menggambar ulang latar belakang di setiap gambar.

Kemudian pembuat film menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar dari setiap gambar berlatar belakang. Setiap gambar ini disebut frame. Kamera merekam frame satu demi satu di strip panjang film. Untuk membuat gambar bergerak dengan lancar, 24 frame diperlukan untuk setiap detik film.

Animator

Pembuat film juga dapat membuat animasi dengan figur-figur yang terbuat dari tanah liat atau bahan lainnya. Alih-alih membuat ribuan gambar, mereka mengambil banyak foto figur-figur tersebut yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah adegan. Mereka memindahkan figur sedikit demi sedikit pada setiap foto.

Komputer telah membuat proses animasi menjadi jauh lebih cepat. Komputer dapat menghasilkan ribuan gambar yang diperlukan untuk sebuah film animasi lebih cepat dari seniman. Seniman juga dapat menggunakan komputer untuk menciptakan karakter, objek, dan latar belakang yang terlihat lebih nyata daripada gambar tangan. Komputer saat ini digunakan di hampir semua film animasi.

Animasi komputer dapat digunakan untuk membuat seluruh film atau untuk membuat efek khusus dalam film live-action. Banyak pesawat ruang angkasa, robot, dan monster yang terlihat di film-film diciptakan melalui komputer.

Pada tahun 1800-an, orang menciptakan mesin putar yang membuat serangkaian gambar bergerak. Film animasi pertama kali muncul di awal 1900-an. Walt Disney membuat film animasi pertama dengan suara, Steamboat Willie, pada tahun 1928. Pada tahun 1937, Disney membuat Snow White and the Seven Dwarfs. Ini adalah film animasi panjang pertama yang dirilis sebagai film besar di Amerika Serikat. Toy Story, dari tahun 1995, adalah film panjang pertama yang dibuat sepenuhnya dengan animasi komputer.

Nah, kali ini kami ajak Anda melihat judul-judul film animasi terbaik dari klasik hingga kontemporer yang bisa Anda pilih untuk ditonton bersama keluarga tercinta. Banyak pesan moral yang terkandung dalam film animasi, dan tentunya, film-film ini akan menyegarkan mata dan pikiran Anda. Mari kita lihat daftar 150 film animasi terpopuler ini.

~O~

150. Frankenweenie (2012)

 Frankenweenie

149. A Christmas Carol (2009)

A Christmas Carol (2009)

148. Winnie the Pooh (2011)

Winnie the Pooh (2011)

147. Igor (2008)

Igor (2008)

146. The AristoCats (1970)

The AristoCats (1970)

145. Ratchet and Clank (2016)

Ratchet and Clank (2016)

144. Titan A.E. (2000)

Titan A.E. (2000)

143. Madagascar: Escape 2 Africa (2008)

Madagascar Escape 2 Africa (2008)

142. Horton Hears a Who! (2008)

Horton Hears a Who! (2008)

141. Planes (2013)

Planes (2013)

NEXT

Leave a Reply