15 Fakta Seru Film The Last Samurai (2003)

The Last Samurai adalah sebuah film yang mengisahkan perang saudara yang terjadi pada masa Restorasi Meiji di Jepang pada abad ke-19. Tom Cruise berperan sebagai Nathan Algren, mantan tentara Amerika Serikat yang kini bekerja di teater jalanan. Suatu ketika Algren ditawari pekerjaan bergaji besar sebagai pelatih pasukan Jepang yang saat itu samasekali belum mengenal teknologi militer mutakhir. Pasukan Algren yang belum siap itu ditugaskan membasmi kelompok samurai pimpinan Katsumoto yang mengancam modernisasi Jepang. Saat perang berlangsung, pasukan Algren kocar-kacir dan ia sendiri ditawan oleh para samurai. Pada akhirnya Algren justru mengembangkan hubungan yang sangat emosional dengan mereka.

The Last Samurai

Berikut 15 fakta tentang film yang juga dibintangi Ken Watanabe ini.

1. Tom Cruise menghabiskan dua tahun untuk mempersiapkan penampilannya dalam film ini, seperti belajar pertarungan pedang dan bahasa Jepang. Karakter Algren yang ia perankan tampak begitu ahli bermain pedang bersama para samurai dan ia juga beberapa kali berbicara dalam bahasa Jepang.

2. Sosok pembuat pedang di desa Katsumoto sebenarnya adalah pembuat pedang asli di dunia nyata. Pria itu bernama Shoji Yoshihara dan memegang tingkat Mukansa dalam pembuatan pedang, salah satu tingkat tertinggi di Jepang.

3. The Last Samurai menjadi film Amerika pertama yang dibintangi aktor top Jepang Ken Watanabe sekaligus film pertama yang menampilkannya berdialog dalam bahasa Inggris.

Baca Juga:  BLACKPINK Ungkapkan Enam Larangan Agensi pada Mereka

4. Bertentangan dengan kepercayaan banyak orang, judul The Last Samurai tidak mengacu pada Nathan Algren atau Katsumoto sebagai seorang samurai terakhir. Kata ‘Samurai’ yang digunakan di sini adalah bentuk plural dan merujuk pada klan Katsumoto secara keseluruhan. Di akhir film, Algren adalah satu-satunya samurai yang masih hidup.

5. Dalam sejarah, pihak yang melatih tentara Jepang bukanlah orang Amerika, melainkan staf Jenderal Prusia.

The Last Samurai Tom Cruise

6. Meski berlatar belakang di pedesaan Jepang, film ini sebenarnya disyuting di Selandia Baru, tepatnya di daerah Taranaki. Salah satu alasan dipilihnya lokasi itu adalah karena Gunung Taranaki mirip dengan Gunung Fuji di Jepang. Selain itu, wilayah ini juga memiliki banyak hutan dan area pertanian. Beberapa adegan pedesaan lainnya difilmkan di belakang studio Warner Brothers di California, dan sejumlah adegan juga difilmkan di Kyoto dan Himeji di Jepang. Total ada 13 lokasi syuting yang dipakai film ini.

7. Film ini menjadi karya ke-100 musisi papan atas dunia, Hans Zimmer. Hingga saat ini, Hans telah mengaransemen lagu untuk lebih dari 150 film.

8. Film ini terinspirasi dari sebuah proyek yang dikembangkan oleh penulis-sutradara Vincent Ward. Ward sendiri menjadi produser eksekutif di film ini dan bekerja dalam pengembangan film selama hampir empat tahun. Setelah mendekati beberapa sutradara top (di antaranya Francis Ford Coppola dan Peter Weir), ia kemudian tertarik dengan Edward Zwick.

Baca Juga:  8 Artis Korea yang Paling Sukses Diet di 2017 Menurut TVN

9. Film ini lebih booming di box office Jepang ketimbang Amerika Serikat karena penggambarannya yang sangat realistis dan detail.

10. Pertempuran akhir dalam film ini berlangsung pada tanggal 26 Mei. Fans berat dan pemain ekstra The Last Samurai selalu menonton ulang film ini pada tanggal 26 Mei setiap tahunnya.

Film The Last Samurai

11. Sebanyak 500 pemain ekstra dari Jepang dilatih selama 10 hari di Clifton Rugby Grounds di Selandia Baru untuk memfilmkan adegan pertempuran akhir.

12. Dalam sejarah, satu-satunya pasukan asing yang terlibat dalam perang sipil di Jepang adalah para penasihat militer Perancis di bawah pimpinan Jules Brunet yang bergabung dengan pasukan Shogun. Meski tetap menggunakan perlengkapan perang Perancis, beberapa dari mereka juga mengenakan pakaian samurai.

13. Empat nominasi Piala Oscar diraih film ini, salah satunya didapatkan Ken Watanabe sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

14. Hingga tanggal 1 Januari 2016, total keuntungan film ini sudah mencapai angka 456 juta dolar AS dengan budget 140 juta dolar AS.

15. Kritikus film Tomomi Katsuta dari The Mainichi Shinbun memuji penggarapan film ini. Namun penggambaran karakter pemimpin samurai yang terhormat dan luhur seperti Katsumoto dirasa kurang akurat karena menurutnya orang Jepang sendiri menggambarkan samurai sebagai orang-orang yang korup.

Komentar Anda