5 Istilah dalam Drama Korea yang Perlu Diketahui

Belajar Bahasa Korea

Bagi pecinta K-drama sejati, beberapa ungkapan asli dalam bahasa Korea tentu bukan masalah untuk dipahami, demikian pula dengan istilah-istilah teknis yang sering digunakan. Tapi bagi orang awam dan pemula dalam dunia K-drama, istilah-istilah itu terkadang cukup membingungkan. Beberapa subtitle yang tersedia biasanya juga sengaja tidak menerjemahkan kata-kata tertentu. Tapi tenang saja, ada lima istilah yang sering tidak dipahami newbie drakor. Kami membahasnya singkat untuk Anda.

~O~

1. Chaebol

Anda tentu kenal plot Cinderella di mana gadis miskin bertemu dengan pria kaya atau pewaris tajir pemilik segalanya. Chaebol merujuk pada pria kaya semacam itu yang umumnya bersikap dingin dan arogan, tapi pada satu titik akan jatuh cinta dengan lembut. Contoh klasiknya adalah Joo Joong-won dari The Master’s Sun.

2. Second Lead Syndrome

Mungkin Anda sering baca istilah ini di portal atau forum K-drama. Tanda serangan sindrom ini adalah jika Anda ternyata diam-diam lebih memilih pemeran utama kedua (second lead) untuk bersatu dengan si pemeran utama, meski kenyataannya tentu saja pasangan utamalah yang didukung banyak orang. Contohnya adalah si keren Choi Young-do dari The Heirs.

3. Sunbae

Jika diterjemahkan langsung, sunbae berarti senior. Kata itu biasanya dipakai untuk menyebut senior di sekolah atau tempat kerja. Yang unik, junior tak pernah memanggil nama asli senior meskipun mereka sudah di luar sekolah atau tempat kerja. Kalau ingin contoh, Anda bisa menonton bagaimana polisi Cha Min-soo memanggil seniornya di Angel Eyes.

4. Makjang

Makjang adalah jenis drama yang akan membuat Anda terheran-heran seperti “Apa?!” “Kok bisa?!” Alur ceritanya begitu luar biasa dengan segala ide yang mungkin tak Anda bayangkan. Contoh yang baik adalah Secret Love. Seorang pria jatuh cinta pada wanita yang diduga membunuh tunangannya. Karakter pria berhati besar itu sangat ‘makjang’ bukan?

5. Sageuk

Sageuk pada dasarnya adalah drama kolosal yang biasanya berlatar di masa Joseon. Drama sageuk biasanya panjang, berating tinggi, serta penuh nilai budaya dan sejarah Korea. Banyak sageuk yang juga menyisipkan unsur fantasi, seperti Gu Family Book. Ada juga sageuk yang mempertontonkan konflik dalam istana, seperti The King and I, dan berbagai jenis lainnya.

Leave a Reply