7 Kasus Hacking Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

Hacker

Meski sebagian besar hacking, peretasan, atau pembajakan sistem internet atau komputer dilakukan sebagai hobi, beberapa hacker mampu menimbulkan kerusakan luas yang mengerikan dan masalah besar di sektor keuangan dan emosional. Perusahaan yang menjadi korban bisa kehilangan jutaan dolar dalam bentuk biaya perbaikan dan restitusi; sedangkan korban individual bisa kehilangan pekerjaan, uang di rekening bank, dan bahkan nyawa mereka. Hacking semacam ini tergolong tindakan kriminal dan berikut kami sajikan tujuh kasus hacking terparah setidaknya dalam 20 tahun terakhir.


1. Ashley Madison 2015: 37 juta pengguna

Ashley Madison

Kelompok hacker Impact Team masuk ke server-server Avid Life Media dan menyalin data pribadi dari 37 juta pengguna situs kencan online Ashley Madison. Para hacker kemudian secara bertahap merilis informasi ini kepada publik melalui berbagai website. Dampak memalukan dari penyebaran informasi pribadi ini telah melebar ke seluruh dunia, termasuk klaim bahwa ada pengguna yang melakukan bunuh diri setelah hacking terjadi. Kasus ini mudah diingat bukan hanya karena publisitas luasnya, tetapi karena peretas juga mendapatkan ketenaran sebagai ‘pahlawan’ yang melawan perselingkuhan dan kebohongan.

2. Worm Conficker 2008: Masih menginfeksi jutaan komputer setiap tahun

Worm Conficker

Meski program malware tangguh ini belum menimbulkan kerusakan parah yang tak bisa diperbaiki, program ini tidak bisa mati; ia secara aktif menyembunyikan diri dan kemudian menggandakan dirinya ke mesin lain. Bahkan yang lebih menakutkan: cacing komputer alias worm ini terus membuka pintu belakang untuk masuknya hacker pada mesin yang terinfeksi.

Program worm Conficker (alias worm ‘Downadup’) mereplikasi diri di komputer, di mana ia secara rahasia akan mengkonversi mesin Anda menjadi bot zombie untuk spamming atau membaca nomor kartu kredit dan password Anda melalui keylogging, lalu mengirimkan data-data itu pada para programer.

Conficker atau Downadup adalah program komputer yang sangat cerdas. Ia secara defensif akan menonaktifkan perangkat antivirus Anda untuk melindungi diri. Conficker dikenal karena ketahanannya; ia masih menyebar di internet selama delapan tahun sejak penemuannya.

3. Stuxnet Worm 2010: Memblokir program nuklir Iran

Stuxnet Worm 2010

Sebuah program worm yang ukurannya kurang dari satu MB dirilis ke pabrik penyempurnaan nuklir Iran. Sesampai di sana, diam-diam ia mengambil alih sistem kontrol Siemens SCADA. worm licik ini memerintahkan lebih dari 5.000 dari 8.800 sentrifugal uranium untuk berputar di luar kendali, lalu tiba-tiba berhenti dan kemudian melanjutkannya, sambil secara bersamaan melaporkan bahwa semuanya berjalan baik-baik. Manipulasi ini berlangsung selama 17 bulan, merusak ribuan sampel uranium secara rahasia, dan menyebabkan staf dan ilmuwan meragukan pekerjaan mereka sendiri. Sementara itu, tidak ada yang tahu bahwa mereka sedang ditipu dan sekaligus dirusak.

Serangan licik dan senyap ini mendatangkan jauh lebih banyak kerusakan ketimbang sekedar menghancurkan penyulingan sentrifugal; worm ini menyesatkan ribuan spesialis selama satu setengah tahun dan menyia-nyiakan ribuan jam kerja serta sumber daya uranium senilai jutaan dolar. Worm ini dinamai ‘Stuxnet’, kata kunci yang ditemukan dalam komentar internal kodenya.

Peretasan besar ini dikenang karena dua hal, yakni menyerang program nuklir suatu negara yang telah bertentangan dengan Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya serta menipu seluruh staf nuklir selama satu setengah tahun ketika perbuatan jahatnya dilakukan secara rahasia.

NEXT

Leave a Reply