Fakta-fakta Unik Charles Xavier Alias Profesor X

foto-charles-xavier

Dalam komik, Charles Xavier harus hidup di atas kursi roda karena kakinya dilumpuhkan oleh Lucifer, sementara di film ia lumpuh karena peluru yang dibelokkan oleh Magneto. Hal ini mirip dengan bagaimana Magneto melumpuhkan Xavier dengan tombak logam yang merusak tulang belakangnya. Saat itu, Profesor X ingin melepaskan diri dari Magneto yang ingin menciptakan masyarakat yang lebih dikuasai mutan dan menjadi semakin penuh kebencian terhadap umat manusia.

Berikut beberapa fakta seru lainnya tentang Profesor X.

~ Di film X-Men Origins: Wolverine dan X-Men: The Last Stand, Charles Xavier digambarkan mampu berjalan pada tahun 1980-an, tapi di film X-Men: First Class ia digambarkan telah kehilangan kemampuannya untuk berjalan di tahun 1960-an. Hal ini dijelaskan dalam X-Men: Days of Future Past ketika Xavier mengonsumsi obat yang diberikan oleh Beast. Obat-obatan itu memungkinkan Charles untuk berjalan, tetapi juga menghambat kemampuan telepatinya. Penjelasan lain dalam Days of Future Past adalah bahwa Charles mampu ‘memproyeksikan’ dirinya ke dalam pikiran orang lain. Hal ini mungkin digunakan dalam X-Men Origins: Wolverine.

~ Di film X-Men: First Class, Beast bertanya pada Xavier apakah ia boleh mencukur rambutnya untuk menggunakan cerebro dengan lebih baik, tapi Xavier menjawab “Jangan sentuh rambutku,” sehingga ia tampak membuat lelucon terhadap penampilan Xavier versi tua. Dia melakukannya lagi di akhir film ketika ia mengeluh bahwa dirinya semakin tua dan berkata kepada Moira MacTaggert bahwa dia akan segera menjadi botak.

~ Di film X-Men, Profesor X mengatakan pada Wolverine bahwa ia bertemu Magneto ketika ia berumur 17 tahun. Namun, di film X-Men: First Class, ia bertemu dengan Magneto pada usia 30 tahun.

~ Pada tahun 2023, Profesor X telah beralih dari kursi roda ke hoverchair yang memberikannya mobilitas yang lebih besar.

~ Meskipun punya kekuatan mental dan pikiran yang sangat kuat, Xavier tidak mampu bertahan lebih dari satu bulan ketika akan dikirim ke masa lalu lewat kekuatan ShadowCat atau Kitty, kelemahan yang hampir menggagalkan rencananya untuk mengubah sejarah demi menghentikan Sentinel. Beruntung Wolverine bersedia menggantikan tempatnya. Hal ini terbukti problematis saat itu karena Xavier di tahun 1973 sendiri mengatakan bahwa Wolverine adalah “orang yang salah untuk pekerjaan ini,” tapi mereka tidak punya pilihan karena dia adalah satu-satunya yang mampu melakukannya. Namun, Professor X di tahun 1973-lah dan bukan Wolverine yang akhirnya berhasil mengubah masa depan menjadi lebih baik setelah meyakinkan Mystique untuk menghentikan aksinya pada saat Wolverine sudah dilumpuhkan Magneto.

~ Dalam jalan cerita lain, Profesor X tahun 1973 yang tengah depresi menjadikan Wolverine sebagai mentornya sebagai pembalikan peran ketika mereka pertama kali bertemu. Wolverine mendorong Xavier untuk tidak menyerah pada tujuannya dan membantunya menemukan dirinya kembali.

~ Profesor X disebut di film Deadpool ketika Colossus berusaha mengajak Wade Wilson bergabung dengan X-Men. Wade bertanya apakah Patrick Stewart atau James McAvoy yang memerankan Profesor X.

Leave a Reply