Ji Chang-wook, Tentang Drama Laga, Roman, dan Komedi

ji-chang-wook

Dalam thriller action tvN, The K2, yang berakhir awal bulan ini, aktor Ji Chang-wook sukses merebut hati banyak pemirsa. Tapi setelah menjalani syuting ketat selama berbulan-bulan, ia kini berharap bisa ambil bagian dalam genre lain.

“Aktor pria umumnya membayangkan diri mereka bisa membintangi adegan laga setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka,” kata Ji Chang-wook dalam sesi wawancara bersama JoongAng Ilbo afiliasi Korea JoongAng Daily.

“Ketika saya masih kecil, saya suka nonton film Fist of Fury (film seni bela diri tahun 1972 yang dibintangi Bruce Lee). Saya selalu suka melibatkan diri dalam kegiatan yang maskulin, tetapi jika saya tampil di film laga lain, saya kira pemirsa dan saya sendiri mungkin akan bosan dengan itu.”

Dalam The K2, Ji Chang-wook memainkan peran sebagai Jae-ha, seorang pengawal yang ditugaskan melindungi dua wanita, Anna dan Yoo-jin, yang hubungannya tak akur. Salah satu adegan laga utama dalam drama itu melibatkan pertarungan antara Jae-ha dengan banyak orang sambil telanjang.

“Adegan itu diambil pada hari pertama syuting,” katanya. “Saya sangat khawatir adegan itu akan terlihat sedikit aneh, tapi ternyata cukup natural. Sutradara awalnya ingin membuat adegan itu lucu, tapi ia berubah pikiran di tempat dan memutuskan untuk membuatnya terlihat indah.”

Selain thriller, Ji Chang-wook menyebutkan bahwa ia juga ingin berpartisipasi dalam proyek komedi romantis, “Banyak orang bertanya kepada saya bagaimana rasanya muncul dalam komedi romantis. Ini tentu sebuah genre baru bagi saya, jadi saya pikir saya akan merasa sedikit gugup. Yang mengkhawatirkan saya adalah bagian ‘komedi’. Saya rasa tidak akan mudah untuk membuat orang tertawa tanpa menggunakan humor slapstick.”

ji-chang-wook-k2

Kedua peran wanita utama, Anna dan Yoo-jin, masing-masing diambil oleh penyanyi sekaligus aktris Yoona dari Girls’ Generation dan aktris veteran Song Yun-ah.

“Hubungan antara karakter, terutama Yoo-jin dan Jae-ha, itu cukup menarik,” ujar Ji Chang-wook. “Yoo-jin ingin menaklukkan hati Jae-ha, tapi Jae-ha hanya merasa kasihan dan simpati padanya. Baginya, Yoo-jin tidak lebih dari seorang teman atau mitra bisnis.”

Ia menyambung, “Saya juga akan menyebutnya ‘cinta dan benci’ karena ia tidak yakin untuk menunjukkan perasaannya. Itu seperti tarik tambang, yang saling tarik-menarik di antara batas-batas dua sentimen yang saling bertentangan.”

Ji Chang-wook mengungkapkan bahwa berakting dengan dua aktris itu sangat berbeda.

“Banyak adegan saya dengan Song Yun-ah yang memiliki suasana tegang,” kata Ji Chang-wook. “Rasanya seperti saya sedang mengalami pertarungan mental dengannya. Saya sangat gugup hingga kadang-kadang, ketika saya mencoba untuk berkonsentrasi, saya merasa kelelahan. Tapi ada banyak adegan yang lebih nyaman dan manis dengan Yoona.”

Terlepas dari naskah dan karakternya, Ji Chang-wook memberi banyak penekanan pada kepercayaan dirinya sendiri ketika memilih apakah ia akan muncul dalam sebuah proyek atau tidak.

“Tidak peduli seberapa menawan cerita dan karakternya,” katanya, “kekhawatiran saya ketika saya tidak yakin adalah apakah saya bisa membawakan peran itu dengan baik, karena saya dibayar untuk menampilkannya.”

Leave a Reply