The Legend of the Blue Sea Mulai Tuai Kritikan

the-legend-of-the-blue-sea

Roman fantasi SBS bertabur bintang yang sangat ditunggu, The Legend of the Blue Sea, kini mulai mendapat kritikan karena penyuntingannya yang dianggap buruk. Drama yang baru saja menayangkan dua episode pertamanya pekan lalu itu memasang nama-nama besar, yakni Jun Ji-hyun (Shim Chung) dan Lee Min-ho (Heo Joon-jae). Kisah cinta antara seorang putri duyung dengan seorang penipu mulai dikritik pemirsa karena plotnya yang longgar serta kurangnya chemistry antara karakter utamanya.

Dalam hal rating pemirsa, drama ini memang tidak mengecewakan, bahkan terbilang luar biasa. Episode pertama langsung meraup 16,4 persen dan episode kedua yang ditayangkan Kamis lalu mencatatkan 15,1 persen.

Namun, banyak pemirsa menyatakan kekecewaan mereka dengan drama yang banyak dibicarakan ini. Kolom pesan online The Legend of the Blue Sea mulai dipenuhi komentar yang menyebut bahwa beberapa unsur drama ini cukup mengganggu dan kekanak-kanakan.

Ketika potongan klip spesial sutradara untuk dua episode pertama ditayangkan selama akhir pekan dengan durasi 16 menit, pemirsa mulai mempermasalahkan editing.

“Ketika saya menonton potongan klip sutradara, saya tahu bahwa beberapa adegan penting telah dipotong,” bunyi sebuah komentar netizen. “Jika potongan klip sutradara juga ditayangkan (di TV), maka hasilnya akan jadi lebih baik.”

Adegan-adegan hilang di episode pertama meliputi orang-orang yang berbicara tentang putri duyung dan adegan yang menceritakan bagaimana seorang bangsawan muda Joseon membebaskan putri duyung. Adegan yang dihapus juga menjelaskan bagaimana bangsawan itu terhubung ke karakter penipu jenius di dunia modern yang muncul kemudian dalam episode itu, yang keduanya dimainkan oleh Lee Min-ho.

Selain itu, beberapa adegan romantis, seperti ketika karakter Lee Min-ho menjelaskan arti dari kata-kata manusia seperti “cinta” dan “aku lapar” pada si putri duyung, juga dipangkas.

“Editing membuat keseluruhan drama ini berbeda. Ini rasanya seperti drama berating B (drama biasa berbudget rendah) dan ketika potongan klip sutradara keluar, ini menjadi sebuah drama yang layak ditonton,” kata seorang penonton bernama Kim Jung-mi. “Apakah adegan kejar-kejaran yang panjang dan adegan penempatan produk yang sembrono lebih penting daripada membuat cerita yang lebih relevan dan membangun karakter?”

Kritikan tak cuma soal editing. Beberapa orang juga menyebut sejumlah adegan The Legend of the Blue Sea diambil dari film jadul Jun Ji-hyun, My Sassy Girl. Beberapa orang lainnya menilai drama ini hanya fokus pada penampilan dua aktor utamanya, yang memang sangat mempesona dengan latar belakang Spanyol yang indah, tapi lupa menggarap plot dan karakternya.

Yang pasti, kritikan pasti menimpa drama apapun. Tinggal melihat bagaimana reaksi pemirsa luas terhadap episode-episode The Legend of the Blue Sea selanjutnya karena meski banyak yang mencerca, banyak pula orang yang menggandrungi drama ini.

Leave a Reply