5 Penyebab Mengapa Girlband K-Pop Sering Dibubarkan

Loading...

Girlband K-Pop

Di tengah persaingan keras dunia K-Pop, banyak girlband yang tersingkir dan harus dibubarkan. Sebuah grup musik yang terdiri atas beberapa cewek cantik nan seksi memang dengan cepat bisa booming, tapi dengan cepat pula mereka bisa tersungkur.

Beberapa bulan terakhir saja kita bisa melihat deretan girlband, yang bahkan masuk kategori ikonik dan legendaris, dibubarkan, sebut saja 2NE1, 4Minute, Rainbow, dan Wonder Girls. Yang lebih memprihatinkan lagi, miss A juga terancam akan buyar dalam waktu dekat.

Well, apa sih penyebab girlband K-Pop susah bertahan lama?


1. Agensi terlalu kapitalis

Banyak girlband terpaksa bubar karena agensi menganggap mereka sudah habis dan kontrak para member pun satu persatu tidak diperpanjang. Ini menimbulkan kekecewaan masif para fans. Agensi tampaknya terlalu perhitungan dengan potensi profit yang dihasilkan para artisnya, yang membuat mereka dengan mudah membubarkan grup sebesar apapun tanpa memikirkan fans.

2. Member bermasalah

Loading...

Kasus 2NE1 bisa menjadi pelajaran bagaimana sebuah grup pada akhirnya akan goncang jika salah satu member terjerat masalah. Awalnya, Park Bom terjerat skandal obat-obatan yang membuat nama 2NE1 sedikit tercoreng. Lambat laun 2NE1 pun sulit untuk bergerak dengan tiga member, apalagi Minzy kemudian juga tidak memperpanjang kontraknya.

3. Egoisme member

Kita mungkin pernah membaca kabar pembullyan seorang member yang dilakukan member-member lain, seperti yang konon menimpa Hwayoung T-ara. Meski kebenaran kabar itu masih dipertanyakan, kiprah T-ara sempat tersendat. Jika agensi tak bertindak cepat, sebuah girlband yang terjebak egoisme para member bisa saja mandek dan akhirnya bubar.

4. Member keluar

Keluar masuk member terjadi nyaris di semua girlband. Bongkar pasang pasti terjadi. Jika girlband tersebut tak bisa menambal keluarnya personel mereka, masa depan mereka sebagai grup pun menjadi tanda tanya. Lihatlah bagaimana kiprah f(x) kini tanpa Sulli. Meski masih eksis, sulit rasanya f(x) bisa booming lagi setelah kehilangan member terpopulernya itu.

5. Popularitas dan profit penjualan album turun

Penjualan album, larisnya acara-acara temu penggemar, juga menjadi faktor kunci apakah suatu girlband layak dipertahankan atau sebaiknya dibubarkan. Seiring banyaknya girlband yang merilis single dan album, persaingan makin memanas. Jika suatu girlband dinilai sudah pudar ketenarannya dan telah kehilangan banyak fans, maka agensi tidak punya alasan untuk tidak membubarkannya.

Loading...

Komentar Anda