7 Cara Agar Warung Sembako Rumahan Anda Ramai Pembeli

Loading...

Warung Usaha

Usaha membuka warung sembako sudah lazim dilakukan banyak keluarga di Indonesia. Selain bahan pokok seperti beras, gula, dan telur, warung semacam ini juga menjual aneka camilan, rokok, permen, sampo, sabun, elpiji, dan segala kebutuhan sehari-hari. Keberadaan warung ini sangat penting di masyarakat karena selain menambah penghasilan pemiliknya, juga mempermudah warga sekitar membeli barang-barang kebutuhan hidup.

Sebelum Anda terjun berbisnis sembako di rumah, perhatikan terlebih dahulu lingkungan tempat tinggal Anda. Apakah sudah ada toko seperti itu, seberapa banyak, dan seberapa dekat antar toko? Jika Anda rasa kampung atau wilayah Anda masih kekurangan warung sembako atau jarak dengan warung tetangga sekampung cukup jauh, Anda boleh mencoba bisnis ini. Siapkan modal secukupnya dan ikuti tujuh tips berikut ini.

1. Mengatur ruang usaha

Setelah modal siap, Anda harus mencari ruang usaha yang tepat di rumah. Biasanya, areal yang paling sering dijadikan tempat usaha adalah kamar depan, ruang tamu, dan teras. Memilih ruang usaha tak bisa dipukul rata karena denah dan kondisi setiap rumah berbeda. Karena itu, pilihlah ruangan yang sekiranya tak mengganggu lalu lintas ke rumah, tak mengganggu privasi penghuni, serta bisa diakses dengan mudah oleh para pembeli. Tata barang dagangan seefisien mungkin agar mudah dijangkau dan diawasi.

2. Peralatan usaha standar

Anda butuh beberapa peralatan standar untuk menyimpan dan memajang barang dagangan. Etalase dan toples usahakan ada untuk memberi kesan bahwa usaha Anda serius alias bukan main-main, sehingga calon pembeli merasa lebih yakin berbelanja di tempat Anda. Jangan lupa siapkan kalkulator, alat tulis, timbangan, plastik, dan kresek untuk mendukung segala keperluan dagang Anda.

3. Harga murah tapi laris

Loading...

Anda harus kulakan atau berbelanja dari grosir besar sampai menengah yang harganya miring. Selain murah, grosir sembako juga lengkap barangnya. Untuk pertama, belilah dagangan yang paling dibutuhkan atau cepat laku, seperti rokok, beras, gula, telur, dan kopi. Aneka jajan, camilan, dan minuman bisa ditambahkan kemudian ketika profit sudah mulai meningkat.

Warung Rakyat

4. Posisi warung

Bukan soal barat timurnya, tapi soal kemudahan aksesnya. Posisi warung menentukan ramai tidaknya pembeli yang mau mampir. Pajanglah barang dagangan di etalase semenarik mungkin agar pembeli bisa melihat dan memilih barang dengan mudah.

5. Pantau harga

Semua pedagang waib melakukan ini, yaitu memantau harga. Harga setiap kebutuhan, khususya sembako, naik turun, karena itulah Anda wajib mencatatnya dan tak perlu memberi label harga. Namun untuk barang-barang harian seperti pasta gigi, sabun, deterjen, atau sampo, harganya cenderung stabil, sehingga Anda boleh memberi label harga.

6. Ramah dan senyum

Perlakukan setiap pembeli seperti raja atau tamu agung. Anda harus bersikap sangat ramah, sabar, dan telaten meski pembeli Anda menyebalkan dan banyak tanya tapi sedikit membeli. Jangan pernah meremehkan seorang pembeli pun karena bisa saja pembeli itu mendatangkan banyak pembeli lain dari mulut ke mulut. Jika Anda kurang ramah dan jarang senyum, orang akan malas membeli sesuatu di tempat Anda. Dan jangan lupa, selalu ucapkan terima kasih di setiap akhir transaksi.

7. Diskon menarik

Tak ada yang lebih menarik bagi kalangan ibu-ibu atau bapak-bapak atau siapapun saja selain diskon! Ya, potongan harga tentu akan membuat orang berbondong-bondong ke warung Anda. Tentunya Anda harus menghitung secara rinci dan hati-hati agar potongan tersebut tidak menggerus untung Anda terlalu banyak. Tekankan pula bahwa Anda sudah memberi potongan harga melalui tulisan mencolok agar orang percaya dan tahu harga aslinya. Cara ini sangat baik diterapkan di awal usaha.

Loading...

Komentar Anda