iPhone X Ternyata Didesain untuk Generasi Tukang Selfie

Loading...

Berita terbesar dari event Apple Selasa kemarin (12/9) adalah pengumuman handset tercanggih mereka, iPhone X. Apple menyimpan perangkat mutakhir ini sebagai yang paling akhir dan memanfaatkan waktunya untuk menjelaskan berbagai kelebihan teknisnya. Namun sorotan paling besar justru diberikan pada ulasan tentang emoji animasi, mode potret selfie, dan filter Snapchat.

iPhone Terbaru 2017

Dalam pernyataan Apple, IPhone X mewakili “masa depan smartphone.” Tampilan Super Retina pada dasarnya tidak memiliki bezel. Kameranya dipenuhi dengan hardware baru untuk mendukung pengenalan wajah, dan tombol home digantikan oleh kontrol gesture. Meski mengesankan beberapa orang, detail-detail tersebut sebenarnya bukanlah hal yang bisa membuat ponsel ini laku keras walau harganya gila.

Kebanyakan konsumen biasa tidak peduli apakah Apple beralih ke OLED atau menggunakan prosesor baru. Sebaliknya, mereka tertarik dengan bagaimana perangkat super mahal ini bisa ‘meningkatkan’ kehidupan mereka sehari-hari, di mana mereka sering berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial. Untuk presentasi ini, Apple langsung berbicara dengan kalangan dewasa muda.

Apple membutuhkan para pemuda: mereka adalah lambang sesuatu yang keren; mereka mengatur tren; dan mereka memiliki kelebihan penghasilan. Mereka adalah konsumen yang paling penting, dan Apple membutuhkan uang dan loyalitas mereka untuk bisa sukses.

Peluncuran iPhone X kemarin memperjelas hal ini. Apa yang paling menarik bagi kalangan muda dari sebuah iPhone? Apple tahu para remaja menyukai emoji; mereka suka berbicara dengan teman mereka di iMessage; mereka suka mengambil selfie; dan mereka kemungkinan juga menyukai Snapchat, terutama lensa AR. iPhone X terbaru ini benar-benar dirancang untuk mereka.

Loading...

Apple bermitra dengan Snapchat untuk meluncurkan lensa yang melengkapi teknologi kamera pengindera kedalaman mereka yang baru. Banyak orang menyukai Snapchat karena aplikasi ini memberikan alasan bagi mereka untuk selfie, dan dengan kehadirannya di iPhone X, Apple sepenuhnya menyadari bahwa kamera yang menghadap ke depan sama pentingnya dengan yang menghadap ke belakang.

Phil Schiller, Senior Vice President (SVP) pemasaran Apple di seluruh dunia, mengatakan dalam acara tersebut, “Orang suka menggunakan [kamera depan] untuk mengambil foto selfie.” Dalam rangka merespon perilaku manusia yang kian revolusioner ini, Apple membuat orang bisa menggunakan mode potret yang bisa mengaburkan latar belakang foto saat berselfie.

Kita tidak perlu lagi meminta bantuan teman untuk mengambil potret kita saat liburan dengan iPhone 7 Plus. Mode pencahayaan potret baru ini juga bisa diterapkan saat berselfie. Ini tentu saja keren. Schiller menyebut fitur ini sebagai “terobosan dalam berfoto yang bisa Anda nikmati saat berselfie.”

Apple juga menjual mahal ponselnya melalui fitur emoji yang makin dipersonalisasi. “Banyak dari kita suka berkomunikasi dengan emoji,” kata Federighi, dan sekarang, kita bisa “menghidupkan kepribadian kita sendiri ke dalam (emoji) favorit kita.” Anda menggunakan suatu emoji untuk berbicara dengan teman dan emoji itu mewakili perasaan Anda, jadi Anda mungkin juga ingin menghidupkannya sesuai keinginan Anda. Mereka “sangat menyenangkan hingga Anda pasti ingin membagikannya,” kata Federighi. Anda tahu siapa yang suka sharing? Orang dewasa muda dan influencer.

Penggemar berat Apple mungkin akan memeriksa upgrade prosesor, GPU buatan Apple, dan perangkat keras tambahan, namun Apple tahu bahwa hal yang perlu mereka lakukan agar bisa menjual mahal ponsel mereka adalah terus membuat orang-orang bisa berselfie dengan lebih baik daripada sebelumnya. IPhone X menerapkan strategi itu lebih dari iPhone-iPhone sebelumnya.

Loading...

Komentar Anda